Berita

BNNK PIDIE JAYA (ACEH) MELAKSANAKAN KEGIATAN SOSIALISASI PENGGIAT ANTI NARKOBA DI LINGKUNGAN MASYARAKAT KABUPATEN PIDIE JAYA TAHUN 2018

Dalam rangka penanggulangan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Pidie Jaya, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pidie Jaya Nuraidah, S.Pd membentuk Relawan Perempuan Pidie Jaya yang berlangsung di aula kantor Camat Meurah Dua yang betjumlah lebih kurang 50 orang, pada Kamis, 5/4/2018.

Pembentukan Relawan tersebut mendapat apresiasi dari banyak pihak, baik kepolisian maupun masyarakat Pidie Jaya, sebab semakin banyak pihak yang peduli terhadap narkoba, terutama upaya-upaya pencegahan, semakin sempit pula ruang gerak para bandar narkoba untuk bertransaksi di Pidie Jaya. Dengan demikian, jaringan narkoba di Pijay akan mudah untuk di lacak.

Dalam kesempatan ini Kepala BNNK Pidie Jaya Nuraidah, S.Pd dalam sambutannnya mengatakan, “Kegunaan Relawan Perempuan dalam menggiatkan pencegahan narkoba di Pijay, merupakan bukti kepedulian kaum hawa dalam memberantas narkoba.

Katanya lagi, Sebab perempuan juga punya kewajiban seperti kaum laki-laki untuk menunjukkan tanggung jawab terhadap generasi Pidie Jaya sehingga dengan terbentuknya relawan perempuan hari ini. “Mari kita bahu membahu, bersama-sama memberantas narkoba. Demi generasi kita.” tegas Nurdaidah.

Dikesempatan yang sama Nita Yunita, ketua LSM perempuan Pidie Jaya yang baru dilantik hari ini merasa prihatin terhadap generasi Pidie Jaya yang semakin hari semakin banyak terpengaruh oleh barang haram tersebut. “Saya sangat prihatin akan nasib pemuda Pidie Jaya yang saban hari asik dengan narkoba. Seperti yang ditangkap Polsek Bandar Dua kemaren, mereka adalah penduduk Samalanga, Bireuen, tapi memakai Narkoba di Pidie Jaya” ujarnya.

Bahkan sudah hampir tiap hari pihak kepolisian Pijay menangani kasus yang satu ini. Untuk itu, saya mengajak kepada rekan-rekan pemuda, baik itu dikalangan PNS maupun mahasiswa, jauhilah narkoba. Narkoba itu “RACUN”.
“Tolak narkoba selamatkan generasi bangsa” ucap Mahasiswi Fakultas Tarbiyah, semester akhir di Universitas Al Aziziah Samalanga ini.
Masih menurut Nita (panggilan akrab Nita Yunita), “Aceh yang dikenal sebagai ladang ganja dan gerbongnya para Bandar Narkoba telah merusak citra Serambi Mekkah ini yang konon kokoh dengan Syariat Islam.

Intinya, faktor ilmu agama yang minim bagi pemuda kita menjadi lampu hijau bagi budaya non islami untuk masuk ke Aceh. Kenapa? Jawabannya adalah perhatian orang tua terhadap putra putrinya kian memudar dikarenakan kesibukan sehari-hari kian padat. ucapnya lagi.

Untuk itu kita juga sangat mengharap agar para orang tua bisa membagi waktu hingga bisa mengontrol putra putrinya dalam bergaul agar generasi kita tidak terjerumus dengan barang Narkoba seperti ganja, sabu, ekstasi dan barang narkotika lainnya yang saat ini telah merebak di Provinsi Aceh.  Pungkas dara manis yang masih menimba ilmu di Universitas Al Aziziah Samalanga.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top