KPAP Aceh Sosialisasikan Bahaya HIV Dan AIDS Bagi Pecandu Narkoba Di Rumah Damping Pascarehabilitasi BNN Prov Aceh

0
165

Selasa tgl 27 Maret 2018 Pihak KPAP Aceh Sosialisasikan Bahaya HIV Dan AIDS Bagi Pecandu Narkoba Di Rumah Damping Pascarehabilitasi BNN Prov Aceh. TIM KPAP Aceh Menjabarkan Tentang Kaitannya Pecandu narkoba dengan HIV/AIDS cukup besar karena orang yang sedang menggunakan narkoba muaranya ke seks. Hal ini karena ada kecenderungan akibat pengaruh reaksi obat. Juga disebabkan kebiasaan suatu kejahatan yang biasanya dilakukan bersamaan dengan lawan jenis tanpa diketahui orang lain,” katanya.
Ditambahkan, berdasarkan data ratusan pengguna narkoba yang direhabilitasi BNN, hampir semua pengguna narkoba punya tingkah yang aneh, termasuk jika dikaitkan dengan perilaku seks. Saat sedang “on” mereka bisa melampiaskan kepada wanita yang bukan pasangan resmi, bisa kepada sesama jenis dan anak-anak.

“Penyebaran HIV melalui jarum suntik juga sangat rentan. Namun, saat ini khususnya di Aceh jarang sekali pemakai narkoba yang menggunakan jarum suntik. Itu biasanya digunakan untuk narkoba jenis morfin, kalau sekarang jenis yang digunakan kebanyakan jenis sabu dan ganja.

Pengguna sabu di Aceh cenderung meningkat. Untuk itu, rantai peredaran dan penggunaannya harus benar-benar diputus oleh semua pihak terkait.
Menurutnya, penggunaan sabu cukup berbahaya karena berhubungan dengan kriminalitas dan penyebaran HIV/AIDS. Pasalnya pengguna sabu cenderung punya rasa euforia dan libido berlebihan, sehingga meningkatkan nafsu seksual.
Muaranya bisa kepada seks, orientasi seks menyimpang, dan perilaku seks menyimpang. Bahkan pengguna narkoba bisa cukup berpotensi melakukan pembunuhan dan pemerkosaan. “Untuk itu semua pihak, termasuk keluarga masing-masing, harus peka terhadap keluarganya yang kecanduan narkoba. Tidak mustahil mereka berpotensi menyakiti orang terdekat,”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.