Bagian Umum

Menjadi Narasumber. Ini yang disampaikan Kepala BNNP Aceh pada kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter

Banda Aceh, Kepala Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Aceh Brigjen Pol Drs. Faisal Abdul Naser, M.H, yang didampingi Kabid Pemberantasan BNNP Aceh, Kabid Rehabilitasi BNNP Aceh menjadi Narasumber pada kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter dalam rangka bagian dari kegiatan nasional FLS2N (Festival & Lomba Seni Siswa Nasional) di Hotel Grand Nangroe Banda Aceh. Kamis, (30/09).

Dihadapan peserta FLS2N yang berasal dari seluruh Indonesia sebanyak 550 orang, Brigjen Pol. Faisal AN menjelaskan, saat ini Indonesia sudah masuk kategori darurat narkoba termasuk di Propinsi Aceh. Untuk itu, BNNP Aceh telah gencar-gencarnya menggalakkan kampanye bahaya narkoba dan berharap dapat membentengi generasi muda Aceh khususnya dan Indonesia pada umumnya dari pengaruh bahaya narkotika.

Selama ini, BNNP Aceh sudah melakukan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), ke berbagai elemen, baik; sekolah, pesantren, kampus-kampus, termasuk ke desa-desa.

Dihadapan siswa/i ini Brigjen Pol. Faisal AN juga menyampaikan, bahwa dirinya berupaya Aceh ini dapat memberantaskan narkoba hingga ke akar-akarnya, berbagai carapun akan dilakukan demi menyelamatkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba, untuk Propinsi Aceh juga di lakukan dengan pemanfaatan Kearifan Lokal Aceh.

Dengan kearifan lokal ini, pencegahan narkoba diharapkan dapat dilakukan melalui agama, budaya dan sejarah. Dimana pada kegiatan keagamaan, BNN hadir melalui ceramah-ceramah agama, khutbah jumat, pesantren-pesantren dan sebagainya, yang mana agama itu sakral bahwa narkoba itu haram hukumnya, baik itu alamai, maupun sintetik.

Dengan budaya, pihaknya mengangkat nilai-nilai budaya Aceh yang sangat tinggi nilai historisnya. Dengan nilai budaya ini diharapkan masyarakat dapat menjauhi serta memerangi narkoba.

Tambahnya lagi, bagi pengedar narkoba, pelajar adalah sasaran empuk baginya, karena pelajar ini masih dalam masa transisi dan maunya mencoba hal-hal yang dianggap baru namun seringkali membahayakan.

“Pelajar sebagai generasi muda, juga harus lebih aktif dari sejak dini mengetahui bahaya narkoba baik melalui penyuluhan maupun dengan membaca-baca referensi tentang bahaya narkoba” ujar Brigjen Pol. Faisal.

Lanjutnya lagi, Banyak faktor yang menjadi penyebab penyalahgunaan narkoba, yang pertama adalah rasa keingintahuan yang besar untuk mencoba, bersenang-senang serta agar bisa diterima dalam satu komunitas, katanya.

Tidak lupa Brigjen Pol. Faisal AN mengharapkan kepada peserta FLS2N agar dapat menjauhi Narkoba, jangan kan untuk mencoba, mendekati saja tidak, serta meminta kepada siswa-siswi untuk dapat terus berkarya, inovatif, kreatif dalam meraih prestasi dan yang paling penting adalah tanpa narkoba.

“Raihlah Prestasi tanpa Narkoba,” Ujarnya dengan tegas.

Diakhir materinya Brigjen Pol. Faisal AN membacakan Puisi Karyanya di hadapan peserta FLS2N yang berjudul “Tidak Pada Narkoba” sontak disambut meriah oleh seluruh siswa siswi FLS2N dan para pendamping berhadir.

Sementara itu, Kasubdit Kesiswaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Sukharlan mengatakan, dengan adanya seminar dan sosialisasi bahaya narkoba ini siswa-siswi dapat memahami bahwa narkoba ini sangat berbahaya bagi kehidupannya.
Pihaknya setiap ada event nasional, selalu melakukan sosialisasikan bahaya narkoba kepada peserta didik, dengan harapan bahwa generasi Jaman Now tidak terjerumus pada narkoba.

“Kita ingin generasi muda akan datang, Generasi Zaman Now kritis, kreatif dan Anti Narkoba,” Harapnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top