Berita

*Upaya BNNP ACEH dalam meningkatkan layanan rehabilitasi bagi pecandu/penyalahguna narkoba di Aceh*

BNN PROVINSI ACEH melalui Bidang Rehabilitasi Seksi PLR melakukan koordinasi terkait meningkatkan Pelayanan Rehabilitasi Rawat Inap dari Instansi Pemerintah, dalam hal ini adalah Rumoh Harapan Aceh/ RSJ Provinsi Aceh. Koordinasi yang di Ketuai oleh Kabid Rehabilitasi BNNP Aceh Sayuti, M.Kes yang didampingi oleh Kasi PLR BNNP Aceh dr. Deny. Kamis, (31/05).

Kedatangan tim BNNP Aceh di sambut langsung oleh Wakil Direktur ADM dan Umum RSJ Provinsi Aceh Hartati, S.Sos, Wakil Direktur Pelayanan Rumoh Harapan Aceh dr. Juwita Saragih, Sp.Kj, Kepala Instalasi Napza Rumoh Harapan Aceh dr. Arifdian dan staf Rumoh Harapan Aceh. Diruang kerja Wadir ADM dan Umum RSJ Provinsi Aceh.

Dalam pertemuan tersebut membahas mengenai bagaimana meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan rehabilitasi bagi pecandu/penyalahguna narkoba di RSJ/ Rumoh Harapan Aceh melalui kerjasama dengan berbagai pihak termasuk BNNP Aceh.

Dikesempatan tersebut Kabid Rehabilitasi BNNP Aceh Sayuti, M.Kes menjelaskan mengenai kondisi kebutuhan Balai Rehabilitasi di Aceh saat ini, dimana BNN terus mengajak penyalahguna narkoba untuk direhabilitasi namun tempat untuk melakukan layanan rehabilitasi rawat inap sangat minim. “Terkadang kita harus mengirim pasien ke luar daerah untuk mendapatkan layanan rehabilitasi rawat inap” ungkap Sayuti.
Sayuti melanjutkan, salah satu yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan pelayanan rehabilitasi ini maka perlu adanya kerjasama yang baik dari semua pihak terkait. “Dengan adanya MoU yang sebagai dasar untuk melakukan kerjasama ini, semoga dapat meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi bagi pasien nantinya”. Tutup Sayuti.

Wadir Adm dan Umum RSJ Aceh Hartati, S.Sos, dalam pertemuan tersebut mengatakan ini langkah yang sangat baik demi memajukan Aceh dengan menyelamatkan generasi yang sudah terkena narkoba “Kita upayakan untuk dapat duduk rumbuk/silaturahmi bersama dengan pihak pihak terkait untuk membahas lebih jauh mengenai MoU ini” tegas Hartati.

Wadir Pelayanan Rumoh Harapan Aceh dr. Juwita Saragih, Sp.Kj menjelaskan kendala kendala yang dihadapi Rumoh Harapan Aceh saat ini, seperti dari aspek keamanan (pagar yg belum maksimal), keterbatasan SDM, keterbatasan ruang, tempat tidur, keterbatasan biaya dan lainnya. Namun sejauh ini layanan rehabilitasi di Rumoh Harapan Aceh sudah memenuhi standar.

“Untuk meningkatkan kapasitas2 tersebut perlu dilakukan kerjasama ke berbagai pihak terutama BNN, yang diawali dengan MoU bersama.” Tutup dr. Juwita.

Disela-sela pertemuan tersebut, dilakukan juga peninjauan langsung ruang rehabilitasi rawat inap Rumoh Harapan Aceh

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top